Mengenal Tingkatan Koneksi di LinkedIn --- Semakin banyak koneksi anda, semakin baik juga untuk pengalaman anda di LinkedIn , baik dari semakin besarnya kesempatan untuk mendapatkan informasi, juga meningkatkan eksposur postingan atau aktivitas anda. Di LinkedIn, anda akan menemukan tingkatan koneksi yang akan dijelaskan di bawah ini. Sebagai informasi, koneksi (tingkat pertama) maksimal anda di LinkedIn adalah 30.000 orang. Jangan sampai jatah yang diberikan sia-sia ya... Baca Juga: Cari Loker di LinkedIn Terdapat 3 tingkatan koneksi di Linkedin , yaitu koneksi tingkat pertama (1st atau ke-1), koneksi tingkat kedua (2nd atau ke-2), dan koneksi tingkat ketiga (3rd atau ke-3). Setiap koneksi ini memiliki fungsi masing-masing. Silakan simak penjelasan berikut: Koneksi Tingkat Pertama Koneksi pada tingkat pertama ini adalah mereka-mereka yang sudah terhubung dengan anda. Koneksi anda ini dapat melihat profil, mengirim pesan, dan berkomentar di postingan dan lain sebagainya, Kon...
Kata Call to Action mungkin tidak terlalu populer bagi anda, namun hal ini yang penting. Selain untuk menambah penayangan konten, penambah pengikut atau follower , hal ini juga menunjukkan kalau konten kita profesional, tertata rapi, dan rugi kalau tidak diikuti. Call to action ini dapat diartikan sebagai gambar, tulisan, atau ucapan yang mendorong orang lain atau pemirsa untuk melakukan sebuah tindakan. Baik untuk menyukai halaman, mengikuti akun, membagikan konten, menyukai konten, membeli produk, mengunjungi website, dan masih banyak lagi. Para konten kreator perlu menyadari pentingnya hal ini, serta paham CTA yang sesuai dengan tujuan. Jika tujuan anda untuk menambah pengikut atau follower (pengikut netto warna hijau), maka CTA yang bisa anda gunakan bisa berupa: "jangan lupa untuk ikuti saya", "ikuti saya untuk konten yang sama", "follow saya untuk konten menarik lainnya", dan masih banyak lagi. Lihat Juga: 5 Alat Marketing Media Sosial Terbaru U...
Untuk menjadi konten kreator di Facebook, jumlah pengikut memang cukup berpengaruh, meskipun bukan kunci. Banyak konten kreator bahkan "mengemis" agar diikuti atau di- follow dengan iming-iming di follow balik. Jika semua kerjasama, bisa jadi tercapai 5000 atau bahkan lebih, Namun, setelah itu apa? Sudah selesai? Bagaimana selanjutnya? Pernahkah anda mengikuti suatu akun tanpa dimintai untuk mengikuti? Jika pernah, coba jelaskan kenapa? Apakah karena anda suka dengan kontennya? Apakah karena tidak mau ketinggalan informasi atau konten terbarunya? Bisa jadi alasan diatas atau mungkin ada alasan-alasan lain. Lalu, kenapa harus dia yang anda ikuti? Bukankah ada konten kreator yang serupa tak sama? Salah satu teori menyebutkan bahwa hal ini didasari oleh keinginan dari seseorang atau anda untuk sekedar mengetahui atau belajar dari cerita, pengalaman, pengetahuan, atau bahkan perasaan dari seseorang atau suatu kelompok. Baca Juga: Marak Penipuan, Begini Cara Mengetah...
Suatu ketika seorang profesor psikologi sedang mengajarkan prinsip-prinsip manajemen stres di sebuah auditorium yang dipenuhi oleh mahasiswa. Saat dia mengangkat segelas air, para mahasiswa mengira mereka akan ditanyai pertanyaan klasik, “gelas setengah kosong atau gelas setengah penuh”. Namun, sang professor dengan senyuman di wajahnya malah bertanya, “Berapa berat segelas air yang saya pegang ini?” Mahasiswa memberikan jawaban ngasal, mulai dari delapan ons, 15 ons, hingga 20 ons. Dia menjawab, “Dari sudut pandang saya, berat absolut gelas ini tidaklah masalah. Itu semua tergantung berapa lama saya memegangnya. Kalau saya pegang satu atau dua menit, cukup sakit. Jika saya memegangnya selama satu jam berturut-turut, beratnya mungkin akan membuat lengan saya sedikit keram.” Baca Juga: Nelayan Desa dan Seorang Pakar Bisnis “Jika saya memegangnya selama sehari berturut-turut, lengan saya kemungkinan besar akan kram dan mati rasa, sehingga memaksa saya menjatuhkan...
Pada awal tahun ajaran baru, seorang guru berdiri di depan murid-muridnya sambil memegang selembar uang 100 .000 rupiah . Dia mengatakan kepada murid-muridnya , “Angkat tangan jika kamu mau uang ini”. Seketika semua siswa satu kelas itu mengangkat tangan, lalu guru berkata, “Saya akan memberikan uang ini kepada satu orang, tetapi pertama-tama, saya akan melakukan ini…” Dia mengambil uang itu dan meremasnya, kemudian bertanya, “Siapa yang masih menginginkannya?” Semua siswa tetap tunjuk tangan, dengan sangat antusias . Guru kemudian menjatuhkan uang itu ke lantai, menginjak nya hingga kusut dan mengambilnya kembali. "Bagaimana kalau sekarang?" dia bertanya lagi. Tak satupun siswa yang tidak tunjuk tangan . Mimik wajah mereka terlihat kebingungan. “ Anak-anakku , saya harap kalian melihat pelajaran yang dapat kita petik . Tidak peduli apa yang saya lakukan terhadap uang ini, Anda tetap menginginkannya karena nilainya tetap sama. Meski kusut dan kotor, harganya teta...
Kartini Zaman Now: Mandiri dan Menginspirasi -- Kartini merupakan sosok yang sangat berjasa dalam emansipasi perempuan. Berkat karya dan perjuangannya, peran perempuan dalam berbagai hal semakin dipertimbangkan. Banyak perempuan kini menduduki jabatan-jabatan strategis, seperti Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial RI, Puan Maharani sebagai ketua DPR RI, dan masih banyak lagi. Pada Maret 2022 silam, Yayasan Duta Indonesia Maju (YDIM) menganugerahi 20 Perempuan terpilih sebagai Women of The Year . Mereka terpilih berkat kontribusi mereka dalam berbagai bidang, baik di dalam maupun di luar negeri. Kontribusi mereka cukup bergengsi dan berdampak pada banyak orang, seperti pencegahan aborsi, menjadi relawan untuk yatim piatu, lansia, dan anak putus sekolah. Hal ini semakin menguatkan bahwa perempuan tidak hanya sebagai pengikut saja, tapi bisa juga menjadi aktor penggerak dalam sebuah perubahan. Namun, perlu kita pahami bahwa hal-hal besar tidak hanya terbatas pada bidang-bidang ...
Comments
Post a Comment